Archive for September 2011

Pascakebakaran

Pascakebakaran yang menghabiskan 12 rumah di Jalan Sungai Kapuas, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riatang, korban kebakaran memilih mengungsi di rumah kerabat daripada tidur di tenda bantuan Dinas Sosial. Salah satu korban kebakaran Ida Patawari yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, tenda yang dibangun Dinas Sosial tidak layak untuk ditempati karena ukurannya sangat kecil.“Bagaimana mau tidur di tenda kalau tidak ada tikar. Tenda pun hanya bisa mampu menampung empat orang,” katanya,kemarin.

Dia menuturkan, sehari setelah kebakaran, pemerintah setempat melalui Dinas Sosial baru mendirikan satu buah tenda ukuran kecil dengan daya tampung empat orang. Bantuan sudah ada berupa pakain bekas, beras dan uang sebanyak Rp600.000 berasal dari warga di sekitar lokasi kebakaran. Dari pihak swasta yang memberikan bantuan adalah Surya Indah dan Rumah Makan Bandung Raya.

Bantuan berupa beras langsung disalurkan kepada warga.“Ada beberapa warga yang belum dapat bantuan karena sumbangan yang diterimanya tidak mencukupi. Makanya kami harap dari pemerintah,”ujar Ida. Warga yang kena musibah kini menumpang kini mengungsi di rumah tetangga dan rumah kerabat.

Mereka makan minum bergantung kepada ketulusan warga yang menampungnya. Jeksi, pemuda setempat meminta pemerintah segera menurunkan bantuan karena kondisi para korban memperihatinkan. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar jam 11.30 itu menghanguskan 12 rumah.

Salah seorang warga Bukaka, Kalena, 80, tewas terpanggang. Sementara Inaya, 45, mengalami luka bakar disekujur tubuhnya dan dirawat di rumah sakit Tenriwaru Watampone.

Seluruh biaya akan ditanggung pemerintah. Asisten II, Irwansyah mengatakan, pemerintah akan secepatnya merespon permintaan warga yang kena musibah. “Saya sudah koordinasi dengan pak bupati,namun besok (Jumat ) baru tiba dari Surabaya,” katanya.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Amrullah Hasda mengaku stok bantuan tanggap darurat yang disediakan pemerintah Kabupaten Bone, memang sudah habis sejak, beberapa waktu lalu. Dua bulan terakhir Bone dilanda musibah kebakaran. Puluhan rumah warga ludes terbakar.

Untuk membantu warga di Kelurahan Bukaka, Amrulla mengatakan, setelah mendengar adanya kebakaran langsung berangkat ke Makassar untuk mengurus bantuan.“Saya saat ini berada di gudang Dinas Sosial Provinsi Sulsel untuk mengurus bantuan kepada korban kebakaran di Bone,”paparnya.

Kebakaran terparah terjadi di Kecamatan Tellu Setiangge. Dalam peristiwa itu 25 rumah warga rata tanah. Meski tidak ada korban jiwa,namun Kapolres Bone AKBP Zarialdi mengatakan kerugian material mencapai mencapai Rp 2 miliar.

Kasat Reskrim AKP Trihanto Nugroho, mengatakan, tiga orang tim laboratorium forensik dari Polda Sulselbar sudah turun ke TKP untuk melakukan observasi awal dan melakukan olah TKP hari ini untuk memastikan sumber api.

“Mereka sementara observasi untuk olah TKP besok,”katanya. Wakil Direktur Rumah SakitAndi NurminahA Yusuf, Inaya korban luka bakar masih menjalani perwatan intensif di rumah sakit dan menempati kamar B No 7.

Seluruh tubuhnya seperti wajah,leher dan tangan terbakar, namun kondisinya sudah membaik,dibanding dengan kemarin.“Dia sudah bisa bicara. Kemarin sama sekali tidak sadar,namun kini sudah membaik,”katanya. Demikian catatan online Blog Dodol yang berjudul Pascakebakaran,

Posted in | Leave a comment

Anggaran pembangunan pelabuhan Palipi

Ping dari Blog Dodol untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Anggaran pembangunan pelabuhan Palipi. Anggaran pembangunan pelabuhan Palipi di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, sebesar Rp450 miliar. Dana itu bersumber dari APBN dan Islamic Development Bank (IDB). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, dalam waktu dekat, proyek ini akan diekspose ke Komisi IV DPR RI Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan.

Semua proses dan tahapan pembangunan pelabuhan tersebut tengah berjalan, termasuk anggaran DED (desain teknik).”Tinggal pelaksanaannya saja,”ujarnya. Ada beberapa teknik perubahan mendasar areal pelabuhan, di antaranya pembuatan jalan lingkar untuk jalur lintas transportasi barat dan pembebasan lahan milik rakyat yang masuk dalam areal kawasan pelabuhan.

Dia berharap proses pembangunan pelabuhan Palipi akan berjalan sesuai harapan. Pembangunan akan selesai dalam tempo dua hingga tiga tahun mendatang.“Dengan difungsikannya Pelabuhan Palipi, masyarakat dan pemerintah Majene sudah mempunyai nilai tambah di berbagai sektor,” katanya.

Rencananya,pelabuhan ini mulai dibangun pada 2012.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat bersama Komisi IV DPR RI menyepakati dana Rp45 miliar untuk pembangunan pelabuhan perikanan pertama di Sulawesi Barat tersebut Luas lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini sekitar 50 sampai 75 hektare (ha). Lahan itu menjadi tanggung jawab Pemkab Majene.

Anggota Badan Anggaran DPR RI Hendra Singkarru mengungkapkan,pihaknya melihat pembangunan pelabuhan tersebut sangat penting bagi masyarakat Sulbar. “Pelabuhan perikanan itu akan menumbuhkan perekonomian, khususnya bagi para nelayan. Di pelabuhan itu akan dilengkapi gudang pendingin es dan sejumlah fasilitas lain,” kata Hendra yang berasal dari Partai Amanat Nasional daerah pemilihan Sulbar ini.

Dengan terbangunnya pelabuhan perikanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi hasil perikanan di Sulawesi Barat dengan kualitas baik dan dapat diekspor ke negara lain. Demikian catatan online Blog Dodol yang berjudul Anggaran pembangunan pelabuhan Palipi.

Posted in | Leave a comment