Tiga Perampok Bank Niaga Tewas Ditembak, Dua Kritis

Tim Gabungan Dentasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menangkap sembilan tersangka perampok Bank CIMB Niaga dari tempat persembunyiannya di Tanjungbalai dan Belawan.Tiga tersangka tewas ditembak dan sedang dua lagi kritis.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno menjelaskan, ada dua pelaku yang diamankan di Tanjungbalai dan keduanya tewas ditembak karena melakukan perlawanan. Dari keduanya, polisi menyita sepucuk senjata api AK-47 dan dua pistol jenis FN serta beberapa sangkur. Tiga pelaku lainnya ditangkap di Jalan Buluh Cina, Dusun I Harang Galoh, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak. Dalam penyergapan ini, seorang pelaku tewas ditembak dan dua lagi kritis ditembak. Kejadian ini berlangsung hampir bersamaan, yakni sekitar pukul 19.30 WIB Satu pelaku yang tewas di Belawan sudah berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Poldasu, sedangkan dua lagi yang kritis ditembak dirawat di Rumah Sakit Deli Medan.

Sementara dua pelaku yang ditembak mati di Tanjungbalai hingga tadi malam belum sampai ke RS Bhayangkara. Oegroseno menjelaskan, penangkapan ini ada kemungkinan berkaitan dengan perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Jalan Aksara Medan, pada 18 Agustus 2010 lalu. “Jadi ada kemungkinan kaitannya dengan perampokan Bank Niaga. Aksi penangkapan ini juga dilakukan karena data-data perampokan yang kami berikan kepada Densus dan hasilnya temuan di Tanjungbalai dan Belawan ini,” paparnya seusai mengunjungi RS Bhayangkara tadi malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Sementara itu, pukul 23.00 WIB,Tim Densus 88 juga menangkap dua orang lagi di Jalan Marelan Raya, Kompleks Ruko Griya Blok A No 7, tepatnya di warung internet Kendali-NET.

Keduanya beranama Keci dan Pentor yang disebut-sebut sebagai mahasiswa IAIN. Petugas juga mengamankan sepeda motor Supra X BK 6599 PN dan Jupiter MX BK 5212 UR. Salah seorang dari pria itu tinggal di Kelurahan Glugur Medan. Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar (Kombes) Pol Marwoto mengatakan, dua di antara tersangka yang tewas ditembak personel Densus 88 adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Jalan Aksara Medan. “Menurut informasi mereka bukan teroris, tetapi pelaku perampokan Bank CIMB Niaga,” ujarnya kepada SINDO tadi malam.

Berdasarkan pantauan, penjagaan superketat dilakukan di Instalasi Jenazah rumah sakit milik Polri itu. Kepolisian tidak membiarkan para jurnalis meliput atau mengabadikan foto mayat pelaku. Bahkan,polisi sempat mengelabui para jurnalis dengan menempatkan dua mobil kijang kapsul silver BK 1428 V dan Suzuki AVP Hitam BK 1872 SB di dekat Instalasi Gawat Darurat. Sementara, sebuah mobil Toyota Innova Hitam BK 1958 BN mobil lainnya yang membawa mayat pelaku. Sementara itu, informasi yang diterima di Tanjungbalai, sekitar pukul 18.45 kemarin,Tim Densus 88 terlibat kontak tembak dengan komplotan pelaku yang bersembunyi di rumah warga bernama ustaz Ghozali, 45, di Jalan Sehat, Kel Bunga Tanjung, Kec Datuk Bandar Tanjungbalai. Kontak tembak yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB, menjadi tontotan warga sekitar.

Kontak senjata terjadi di saat petugas Densus mengepung kediaman Ustaz Ghozali, dari dalam rumah empat pria langsung perlawanan memberondong petugas menggunakan senjata yang diduga jenis AK-47 dan pistol FN 45. Dalam pertempuran ini, empat pelaku berhasil dilumpuhkan, dua di antaranya tewas bernama Umar, seorang pedagang bakso, dan Dani,warga Batu Tiga. Dua lainnya mengalami luka berat, yaitu ustaz Ghozali dan seorang pria lainnya. Kapolres Tanjungbalai AKBP Puja Laksana mengatakan,empat tersangka baik yang masih hidup maupun tewas langsung dievakuasi untuk diidentifikasi ke RSU Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Hingga tadi malam, ustaz Ghozali beserta istrinya diboyong ke Polres Tanjungbalai untuk dimintai keterangan. Pascakontak senjata, kediaman ustaz Ghozali yang kesehariannya juga berprofesi sebagai tukang pijat bekam porak-poranda akibat tembusan peluru. Toto Zulham, tetangga ustaz Ghozali mengatakan, polisi diserang lebih dahulu dari rumah. “Lalu mereka saling serang, ada tiga orang yang sempat kami lihat kabur,” ujarnya. Petugas juga menyita barang bukti satu pucuk senjata AK-47, FN 45,sangkur dan satu unit komputer yang diduga berisi dokumen penting. “Kita menduga komplotan ini bagian dari komplotan teroris yang diburu kepolisian,” tukas Kapolres.

Seperti diketahui,aksi perampokan di Bank CIMB Niaga Jalan Jalan Aksara itu menewaskan anggota Brimob Brigadir (Anumerta) Manuel Simanjuntak, 28, warga Ngumban Surbakti. Dua sekuriti bank milik Malaysia itu, Muhdiantoro, 34, warga Gang Bersama Kelurahan Kuala Bekala, Medan Johor dan Muhammad Sazli Fahmi, 28, warga Dusun III Km 18 Tanjung Morawa Deliserdang terluka karena terkena tembakan pelaku.

Kawanan pelaku yang diperkirakan berjumlah 16 orang dan dilengkapi senjata api laras panjang dan pistol itu mengenakan helm dan penutup wajah sehingga sulit dikenali identitasnya. Mereka membawa kabur tiga kantong uang yang ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a Reply